Minggu, 24 Mei 2015

Fourth! (Final)

BINUS UNIVERSITY (TFI)



The fourth! This may be the last post about biopori but not the least post :D

Hai lagi.. Ini adalah laporan terakhir dari saya dan teman - teman dari kelompok saya dalam pengerjaan tugas dari pelajaran Character Building in yaitu membuat lubang biopori yang terakhir. Kali ini saya akan memberikan informasi mengenai alat2 yang dapat digunakan dalam pembuatan lubang biopori, dan juga alat yang saya gunakan.


Peralatan yang digunakan dalam menerapkan teknologi ini sangat sederhana seperti bor tanah, cangkul, golok, palu, pahat, ember, gayung, bambu, pipa, dan sendok semen. Bor berfungsi untuk melubangi bidang tanah sekaligus mengangkat tanah hasil galian. Bor juga bisa digunakan untuk memasukkan kompos dalam lubang. Bor tanah terbuat dari besi yang didesain khusus. Di sepanjang bor ada alat ukur angka satuan sentimeter untuk mengetahui kedalaman lubang.

Mata bor dibuat dari lempengan besi tipis yang dibuat oval meruncing pada bagian ujungnya. Dengan desain seperti ini, bor bisa menembus tanah yang keras sekalipun. Panjang bor sekitar 120 sentimeter. Sementara di bagian pangkal dibuat pegangan, sehingga memudahkan dalam penggunaan. Bor tanah bisa dibeli di toko dengan kisaran harga Rp 175.000-Rp 250.000.


Cangkul digunakan untuk membersihkan permukaan tanah. Pahat dan palu digunakan untuk membongkar lapisan semen pada permukaan tanah yang disemen. Bahan yang digunakan untuk membuat lubang berupa semen, pasir, batu hias, air, dan sampah organik. Semen dan pasir digunakan untuk memperhalus permukaan lubang. Batu hias atau pecahan keramik berfungsi sebagai pemanis. Air untuk melunakkan tanah dan sampah organik digunakan untuk pengisinya.

Untuk memasukkan sampah lebih dalam bisa menggunakan bambu untuk mendorong ke dalam lubang. Pengisian sampah jangan terlalu padat agar tidak mengurangi jumlah oksigen di dalam tanah. Agar tidak membahayakan, lubang ditutup dengan besi beton atau alat penutup lain yang bisa dilalui air dan kuat menahan beban jika terinjak. 

Dengan pembuatan lubang biopori seperti ini di daerah rawan banjir, lubang ini dapat membantu dalam proses penyerapan air hujan sehingga lebih mudah diserap tanah. sebagai hasilnya, nanti daerah itu akan lebih jarang banjir atau banjirnya tidak akan separah pada waktu awal.

Kami dari kelompok 3 melakukan kegiatan biopori ini dalam waktu 4 minggu, dengan jadwal seperti ini:

Week 1: Penentuan tempat pembuatan lubang biopori

Week 2: Pembuatan ijin ke RT dan warga sekitar

Week 3: Pencarian alat - alat yang diperlukan dalam proses pembuatan lubang

Week 4: Pembuatan Lubang biopori

Dari kegiatan ini kami mempelajari banyak hal, mulai dari tentang apa itu lubang biopori, kegunaannya, cara pembuatan, dan mempraktekkan bagaimana cara membuatnya. Kami mendapat berbagai macam pengetahuan, pengalaman dan juga kegiatan yang kami lakukan ini berguna juga bagi penduduk dan perumahan sekitar. Tak hanya pelajaran dan pengalaman mengenai biopori yang kita dapat, namun juga pelajaran mengenai kerjasama dengan sesama, gotong royong, dan kebersamaan dengan teman dan masih banyak lagi. Saya dan teman-teman saya berterimakasih atas tugas penggalian lubang biopori ini, karena selain kami bisa mendapat nilai untuk pelajaran Character Building, kami juga mendapat berbagai pengalaman berharga dan teman baik. 


Here's Our beloved team members
(dari kiri ke kanan)
Cindy, Steffanie, Yuliana (me), Lawrensia, Jonathan, Cyndi 


WELL, THAT'S ALL FOR NOW FOLKS!
SEE YOU ALL LATER :D


Thanks for visiting anyway :)


















Minggu, 19 April 2015

Third :D



BINUS UNIVERSITY (TFI)


          Hi! Ini adalah proses pembuatan lubang yang ke 7 dan ke 8, kita membuat lubang bipori ini menggunakan bor manual, penutup lubang, air ( untuk melunakkan tanah yang keras), dan sampah organik berupa daun yang dimasukkan ke dalam lubang sehingga lubang tidak akan mudah tertutup. Apa sih manfaat dari lubang biopori?

Manfaat Biopori :

1. Meningkatkan daya peresapan air dan cadangan air tanah. 

2. Mengubah sampah organik menjadi kompos.

3. Memanfaatkan peran aktivitas fauna tanah dan akar tanaman. Dengan memanfaatkan aktivitas fauna tanah, maka rongga-rongga / liang-liang tersebut akan senantiasa terpelihara dan terjaga keberadaannya sehingga kemampuan peresapannya akan tetap terjaga tanpa campur tangan langsung dari manusia untuk pemeliharaannya hal tersebut sangat menghemat tenaga dan biaya. 

4. Mengurangi Emisi CO2 dan Metan. Pembagian sampah organik ke LRB dapat difungsikan tanah sebagai penyimpanan karbon. karbon yang tersimpan di dalam tanah akan membentuk humus yang berfungsi untuk memelihara kesuburan tanah.

 5. Mengatasi penyebab penyakit yang ditimbulkan oleh adanya air/banjir. 

6. Mencegah erosi dan longsor. 

7. Menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah. 

8. Mencegah penurunan tanah/ tanah ambles (subsidence) dan  keretakan tanah. 

9. Dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah sehingga dapat mencegah kekeringan.

10. Mengurangi genangan air






inilah satu-satunya mahluk lelaki di kelompok kami! meet Jonathan :p


Tanah yang berserakan, karena dikeluarkan untuk membuat lubang kami rapikan ke bagian bawah pohon, sehingga taman tidak akan terlihat berantakan :)


epic face xD


Kami menggunakan air agar tanah yang akan digali akan lebih lunak



Another member: Cindy :9


Nah, disiini bisa terlihat total lubang yang sudah kita buat yaitu 8. yey! 

Well that's all for now, see you all again until next time i upload our next progress ;)


Minggu, 12 April 2015

Second!



BINUS UNIVERSITY (TFI)


              Hi again! ini hari ke 2 kita membuat lubang biopori di Cengkareng. Dan untuk hari ini saya ingin memperkenalkan salah satu teman satu kelompok saya yaitu Lawrensia Wijaya! yey! 



Meet Lawren :D

Lawren memegang salah satu penutup untuk lubang biopori yang nantinya akan diletakkan diatas lubang biopori yang telah dibuat dengan bor manual. Guna dari penutup ini adalah agar lubang yang kita buat tidak akan tertutup lagi pada saat nanti hujan, dan kita bisa mengetahui letak dari lubang biopori tersebut. Hari ini hari yang cerah untuk menggali lubang biopori :p 


Lubang ke 4 kita!


Lubang Ke 5 

6th! dibawah tangan Lawren hahah


Hari ini cukup seru dan kotor-kotoran untuk membuat lubang biopori ini.. Kita berharap dengan terbuatnya lubang biopori ini, wilayah ini akan lebih mudah menyerap air hujan, sehingga pada saat hujan tidak akan banjir terlalu parah lagi :) 



anggota lainnya Steffanie :3


Yang ini Cyndi :D

Okay then, until next time :D

Rabu, 08 April 2015


Binus University (TFI)

Nama: Yuliana Onggo

NIM: 1801384035

Jurusan : Hotel Management

Kelas : LB11.

Kelompok : 3


First Week!

The right ones is me :D


Hai semua :D. Ini adalah lubang biopori pertama yang kami buat di Jl, taman surya 3 blok K, Cengkareng. Pada jam 10 pagi kami sudah sampai di lokasi pembuatan lubang ini.



Our very first hole

Second! (inside part)

 Third one! :3
Lubang ini dibuat untuk membantu penyerapan dalam tanah pada saat hujan datang. Kami membuat lubang ini menggunakan bor manual yang menggunakan tenaga manusia. Dalam pembuatannya itu gampang gampang susah sebenarnya, karena tanahnya agak keras sehingga dibutuhkan air agar tanah sedikit lebih lembek.

Note: Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10cm dan kedalaman sekitar 60-100cm. Lubang diisi dengan sampah organik untuk memicu tebentuknya biopori. Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktifitas fauna tanaj atau akar tanaman 
Just like this :)

And here's some photos from the activity 





That's all for now, wait for another update next week!
Thank You